Menjadi
mahasiswa baru merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu bagi para
pelajar. Mungkin mereka hanya sebatas tau bahwa mahasiswa itu keren seperti di
fil-film TV. Padahal sebenarnya tidak. Tanggung jawab yang besar harus siap di
pegang oleh para mahasiswa. Terlebih bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa
dari pemerintah. Ia menggunakan uang rakyak yang berasal dari pajak untuk
membiayainya. Masyarakat yang berada diluar sana menunggu aksi mahasiswa untuk
membuatnya sejahtera, melalui karya-karya yang inovatif dan kreatif. Ibarat kata
semakin tinggi ilmu semakin tinggi tanggung jawab.
Suatu ketika,
saya pulang kampung. Saya ditanya oleh orang tua dia bekerja sebagai tukang
kayu yang berpenghasilan pas-pas.an. “Wan, kenapa kamu milih kuliah tidak kerja”
sayapun langsung spontan menjawabnya”karena saya ingin menuntut ilmu yang tinggi,
karena apabila ilmu saya tinggi maka akan mudah nyari kerja” orang tua itupun
lalu memandang saya sambul tersenyum. Dia bertanya lagi “Ya belajar yang rajin,
jangan seperti di TV pamitnya kuliah malah nongkong di jalan, pacaran sama
cewek, hura-hura tidak tau tujuan” kemudian saya menjawab “ya kek, itu Cuma di
TV namun kenyataannya dikampus saya tidak seperti itu kog kek” dia menasihati
saya lagi “ gunakan ilmumu baik-baik wan, jangan gunakan untuk korupsi, jangan Cuma
pintar ngomong saja kamu harus memberi aksi nyata jangan Cuma omong kosong”
saya lalu terdiam dan merenung, bahwa tanggung jawab mahasiswa memang cukup
berat. Dimasyarakat mahasiswa sangat disegani karena mempunyai ilmu lebih dan
menjadi harapan bangsa. Kakek itupun lalu melanjutkan pekerjaannya membuat
kuda-kuda rumah. Dia tidak sekolah namun karena keinginannya yang kuat dia
belajar sendiri dengan menggunakan perasaannya dan ilmu pedesaan. Sebenarnya percakapan
saya dengan kakek tersebut menggunakan bahasa jawa, berikut percakapannya :
Mbah : “Wan ngopo tek kowe milih kuliah ora nyambut gawe wae ?”
Aku :
“Mboten mbah kula pengin sekolah rumiyin sahinggo saget njunjung derajat e wong
tuwa “
Mbah :”Ya rapopo le, nanging sekolah sing tenanan ojo pamit e kuliah
nanging malah nongkong neng prapatan, yang yang.an karo wong wedok, gojekan
rajelas ngono kae”
Aku :”Nggih
mbah, menika namuk wonten TV nanging sejatosipun kuliah menika mboten mekaten
mbah”
Mbah :”Gunakno kepinteranmu sing bener wan ojo dienggo korupsi, mengko
yeng wes lulus ojo mung pinter omong tok dadi ngapusi uwong, kudu enek tumindak
e”
Aku :Nggih
mbah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar