Welcome to My Blog,, Semoga Bermanfaat Jangan Lupa Tinggalkan Komentar ya, Terima Kasih

Sabtu, 15 November 2014

Certia Anak Kost

Anak kost, yap benar. Sekarang saya menjadi anak kost.an yang hidup mandiri jauh dari orang tua. Awalnya saya tidak menyangka setelah lulus SMA saya menempuh pendidikan yang jauh dari tempat tinggal saya. Mungkin sudah merupakan garis takdir yang harus saya alami. Saya tinggal di kost yang sangat sederhana, dengan minim fasilitas. Air sering mati sehingga mandi sehari hanya sekali kalau mau berangkat kuliah saja. Nyuci harus malam hari, kalau mau kebagian air.
Suka dan duka sudah saya alami selama 1,5 tahun menjadi anak kost. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat, mulai dari hidup mandiri, mengatur uang sendiri, dan mengurusi kamar sendiri. Awal bulan merupakan saat yang ditunggu bagi anak kost, karena beasiswa keluar dan dapat kiriman uang dari orang tua. Sehingga terkadang lupa akan nasibnya nanti saat akhir bulan, tidak jarang saat awal bulan hidup menjadi sangat boros. Namun, saat akhir bulan nanti harus menahan lapar karena kantong sudah tipis.
Kesedihan yang sering dialami oleh anak kost yaitu kangen kedua orang tua. Teman merupakan segalanya bagi anak kost, saat dia kesusahan jauh dari saudara dan orang tua. Hanya teman yang bisa membantu. Maka dari itu saat saya kuliah ini, saya pengen nyari teman sebanyak mungkin sehingga tidak kesepian. Saat berada didalam kamar sendirian, terkadang teringat oleh yang dirumah. Laptop dan kertas merupakan teman setiaku untuk mencurahkan isi hatiku.
Berdasarkan cerita yang saya baca, kebanyakan orang sukses itu dimulai dari anak kost. Saya juga tidak tau mengapa seperti itu, mungkin dia sudah terbiasa hidup mandiri. Sehingga saat dia kerja sudah tau akan kewajibannya. Menjadi anak kost memang tidak ada yang mengatur. Hanya diri kita sendiri yang mengaturnya. Memang banyak sekali godaan yang ada diluar sana, tapi kita harus tetap menjaga diri kita dari godaan tersebut agar tetap beriman kepada Allah SWT. Banyak sekali orang yang dulunya pendiam, namun saat menjadi anak kost malah brutal akibat pengaruh dari lingkungan.

Saat menjadi anak anak kost, saya mulai mengerti kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan diluar itu memang keras. Sebagai laki-laki kita harus tangguh melawan semua cobaan itu. Tetaplah mendekat kepada Allah SWT agar senantiasa mendapat perlindungan dan keselamatan. Tetaplah mendekat kepada Allah SWT agar kita selalu dibimbing untuk selalu hidup dijalanNya. Merantau memang mengajarkanku hidup yang sebenarnya, mengajarkan kedewasaan berpikir dan bertindak. Memang banyak sekali kesulitan hidup sebagai anak kos, namun saya bahagia menjadi anak kost. Hidup anak kost.

By: Ichwan Prihananto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar