Anak
kost, yap benar. Sekarang saya menjadi anak kost.an yang hidup mandiri jauh
dari orang tua. Awalnya saya tidak menyangka setelah lulus SMA saya menempuh
pendidikan yang jauh dari tempat tinggal saya. Mungkin sudah merupakan garis
takdir yang harus saya alami. Saya tinggal di kost yang sangat sederhana,
dengan minim fasilitas. Air sering mati sehingga mandi sehari hanya sekali
kalau mau berangkat kuliah saja. Nyuci harus malam hari, kalau mau kebagian
air.
Suka
dan duka sudah saya alami selama 1,5 tahun menjadi anak kost. Banyak sekali
pelajaran yang saya dapat, mulai dari hidup mandiri, mengatur uang sendiri, dan
mengurusi kamar sendiri. Awal bulan merupakan saat yang ditunggu bagi anak
kost, karena beasiswa keluar dan dapat kiriman uang dari orang tua. Sehingga terkadang
lupa akan nasibnya nanti saat akhir bulan, tidak jarang saat awal bulan hidup
menjadi sangat boros. Namun, saat akhir bulan nanti harus menahan lapar karena
kantong sudah tipis.
Kesedihan
yang sering dialami oleh anak kost yaitu kangen kedua orang tua. Teman merupakan
segalanya bagi anak kost, saat dia kesusahan jauh dari saudara dan orang tua. Hanya
teman yang bisa membantu. Maka dari itu saat saya kuliah ini, saya pengen nyari
teman sebanyak mungkin sehingga tidak kesepian. Saat berada didalam kamar
sendirian, terkadang teringat oleh yang dirumah. Laptop dan kertas merupakan
teman setiaku untuk mencurahkan isi hatiku.
Berdasarkan
cerita yang saya baca, kebanyakan orang sukses itu dimulai dari anak kost. Saya
juga tidak tau mengapa seperti itu, mungkin dia sudah terbiasa hidup mandiri. Sehingga
saat dia kerja sudah tau akan kewajibannya. Menjadi anak kost memang tidak ada
yang mengatur. Hanya diri kita sendiri yang mengaturnya. Memang banyak sekali
godaan yang ada diluar sana, tapi kita harus tetap menjaga diri kita dari
godaan tersebut agar tetap beriman kepada Allah SWT. Banyak sekali orang yang
dulunya pendiam, namun saat menjadi anak kost malah brutal akibat pengaruh dari
lingkungan.
Saat
menjadi anak anak kost, saya mulai mengerti kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan
diluar itu memang keras. Sebagai laki-laki kita harus tangguh melawan semua
cobaan itu. Tetaplah mendekat kepada Allah SWT agar senantiasa mendapat
perlindungan dan keselamatan. Tetaplah mendekat kepada Allah SWT agar kita
selalu dibimbing untuk selalu hidup dijalanNya. Merantau memang mengajarkanku
hidup yang sebenarnya, mengajarkan kedewasaan berpikir dan bertindak. Memang banyak
sekali kesulitan hidup sebagai anak kos, namun saya bahagia menjadi anak kost. Hidup
anak kost.
By: Ichwan Prihananto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar