RINGKASAN
Kata kunci : pendidikan karakter, ular tangga, labirin.
BAB 1
PENDAHULUAN
Berbagai persoalan dan kerusakan yang ada saat ini sesungguhnya disebabkan oleh kondisi moral dan etika masyarakat yang sudah mengalami kemerosotan. Kerapuhan moral dan etika bangsa ini makin terlihat jelas saat persoalan demi persoalan bangsa semakin hari bukan semakin hilang, tapi justru semakin meningkat tajam. Pelajar yang seharusnya dipersiapkan guna menjadi insan dan calon pemimpin masa depan ternyata lebih suka tawuran daripada belajar di bangku sekolah. Kasus tawuran yang terjadi sepanjang 2013 meningkat secara drastis dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 128 kasus tawuran. tawuran pelajar merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi akibat praktik kurikulum selama ini yang terlalu menitik beratkan pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan pendidikan karakter.
Melalui kegiatan PKMM ini penulis mencoba untuk menanamkan pendidikan karakter kepada siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum melalui permainan ular tangga dan labirin. Penulis memilih permainan itu karena permainan tersebut digemari oleh anak-anak dan cara memainkannya sangat mudah serta menarik.
Setelah kegiatan ini selesai diharapkan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum dapat berperilaku terpuji sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius serta dapat menjadi inspirasi bagi orang lain sehingga pendidikan karakter dapat tersebar ke wilayah surabaya bahkan Indonesia.
Kata kunci : pendidikan karakter, ular tangga, labirin.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Berbagai persoalan dan kerusakan yang ada saat ini sesungguhnya disebabkan oleh kondisi moral dan etika masyarakat yang sudah mengalami kemerosotan. Kerapuhan moral dan etika bangsa ini makin terlihat jelas saat persoalan demi persoalan bangsa semakin hari bukan semakin hilang, tapi justru semakin meningkat tajam. Mulai dari kasus kekerasan antar kelompok, ketidakadilan sosial dan hukum, hingga budaya korup penguasa yang makin menggurita. Kerapuhan ini telah menjalar kesemua lapisan masyarakat. Pelajar yang seharusnya dipersiapkan guna menjadi insan dan calon pemimpin masa depan ternyata lebih suka tawuran daripada belajar di bangku sekolah.
Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) tercatat selama bulan Januari hingga Oktober 2013 telah terjadi tawuran sebanyak 229. Dalam tawuran tersebut sebanyak 19 pelajar tewas. Jumlah ini hanya yang diketahui dan belum ditambah dengan jumlah pelajar yang terluka dan dirawat di rumah sakit akibat kekerasan antar sesama pelajar. Kasus tawuran yang terjadi sepanjang 2013 meningkat secara drastis dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 128 kasus tawuran.
Perilaku tawuran di kalangan pelajar tentunya tidak hadir begitu saja tanpa sebab. Peserta Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2013, yang terdiri atas para pemangku kepentingan dunia pendidikan di seluruh Indonesia, menyepakati bahwa tawuran pelajar merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi akibat praktik kurikulum selama ini yang terlalu menitik beratkan pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan pendidikan karakter sebagai wujud dari implementasi aspek afektif dan psikomotorik dalam pendidikan.
Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua.
Anak apabila diberi materi secara serius maka lama-kelamaan akan bosan dan akhirnya tertidur. Kebosanan pada anak timbul karena adanya rutinitas yang dilalui selama ia belajar. Namun, ketika anak diajak untuk melakukan hal yang digemarinya ternyata rasa bosan maupun capek itu seolah sirna.
Salah satu daerah yang masih memiliki pendidikan karakter yang rendah ada di kota metropolitan surabaya, yaitu daerah Gebang. Sekolah dasar Mabadiul Ulum merupakan sekolah dengan tingkat pendidikan karakter yang cukup rendah. Hal itu terbukti dengan banyaknya siswa yang berbicara kotor, tidak peka terhadap lingkungan, dan sering berkelahi antar teman.
Siswa sekolah dasar kelas 2 SD Mabadiul Ulum termasuk dalam kategori anak-anak. Pada masa tersebut hal yang digemari anak adalah bermain, maka sudah sepatutnya kita menstimulasi dengan rangsangan positif dari beragam permainan. Stimulasi otak yang terjadi saat anak bermain akan mengembangkan aspek-aspek kognitif dan psikomotorik. Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) ini, akan dibuat permainan ular tangga dan labirin kehidupan. Permainan ular tangga merupakan permainan yang disukai anak-anak karena cara memainkannya yang sangat mudah dan menarik. Permainan ini juga ringan, sederhana, mendidik, menghibur dan sangat berinteraktif jika dimainkan bersama-sama. Labirin merupakan permainan yang sering dijumpai anak terutama di tempat hiburan. Permainan ini dapat melatih gerak motorik dan membangun rasa percaya diri anak. Konsep yang diambil dalam permainan ini yaitu permainan yang didalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat membantu dalam mewujudkan pendidikan karakter.
1.2 Perumusan Masalah
Permasalahan yang diselesaikan melalui program ini :
1. Bagaimana cara menjadikan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum berperilaku terpusi sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius ?
2. Bagaimana cara menjadikan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum sebagai inspirator karakter untuk siswa SD di Gebang ?
3. Bagaimana cara menjadikan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum sebagai penerus dari kegiatan ini ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari kegiatan PKMM ini adalah :
1. Menjadikan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum berperilaku terpuji sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
2. Menjadikan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum sebagai inspirator karakter untuk siswa SD di Gebang.
3. Menjadikan siswa kelas 2 SD Mabadiul Ulum sebagai penerus dari kegiatan ini.
1.4 Luaran Yang Diharapkan
Target luaran yang diharapkan dari program ini adalah :
1. Poster Karakter
Poster ini digunakan sebagai media pendekatan kepada anak usia sekolah dasar untuk mengenalkan pendidikan karakter. Diharapkan sekolah dasar bisa memasang poster yang berisi cerita singkat dan ilustrasi gambar tentang pendidikan karakter sehingga mereka akan terus mengingat dan tertanam pada diri siswa.
2. Properti untuk permainan ular tangga dan labirin kehidupan
Untuk menarik perhatian siswa maka dibuat ular tangga yang tidak biasa yaitu dengan menggabungkan ular tangga dan kartu. Selain itu, dibuat juga labirin 3D yang interaktif.
3. Diary of ular tangga dan labirin kehidupan.
Merupakan sebuah blog yang berisi dokumentasi dari kegiatan permainan ular tangga dan labirin kehidupan. Selain itu juga berisi aturan dan cara permainan ini. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan karakter siswa SD Mabadiul Ulum yang terpusi sehingga orang lain akan terinspirasi.
4. Jaringan komunitas ular tangga dan labirin kehidupan
Untuk meneruskan kegiatan ini maka perlu sebuah jaringan. Jaringan tersebut dibina oleh kepala sekolah SD Mabadiul Ulum dan siswa kelas 2 menjadi staf yang bertanggung jawab memperluas jaringan ini terutama di desa masing-masing.
1.5 Kegunaan
Kegunaan dari program ini adalah :
1. Mengembangkan potensi dasar anak agar berperilaku terpuji sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
2. Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur.
3. Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar